jeudi 5 juillet 2012

Les Lyonnais


A Gang Story


Ciri khas film karya Oliver Marchal adalah bertemakan dunia hitam organised crime, sebut saja MR73/the Last Deadly Mission atau 36 Quai de Orfévres/36th Precinct. Subyek dalam film ini adalah Edmond Vidal (Gérard Lanvin) alias Momon, keturunan Gipsi yang menjadi pentolan kelompok gangster Gang des Lyonnais.

Momon awalnya direkrut oleh suatu gang kriminal yang dibentuk oleh Joan Chavez yang beraliran kanan anti sosialis. Ketika Momon ingin keluar dari gang tersebut untuk membentuk gang sendiri, dia malah diburu untuk dilenyapkan. Oleh kawan-kawannya, seperti Serge Suttel (Tchéky Karyo)--yang sama-sama pernah masuk penjara gara-gara mencuri buah cherry, Christo, Dany, dan le Grec, ia diyakinkan untuk tidak tinggal diam dan membalas apa yang dilakukan oleh kawanan Chavez. Momon pun setuju dan kawanan Chavez satu persatu dihabisi. Dengan teman-temannya tersebut, Momon melakukan perampokan bersenjata dan sukses membawa uang hasil rampasan. Cerita kriminal mereka berakhir ketika polisi berhasil menciduk mereka di perkampungan para Gipsi. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1974 (fiktif?).

Berapa puluh tahun berlalu, Momon sudah insyaf dan meninggalkan dunia hitam, hidup tenang bersama istrinya, Janou, serta anak dan cucunya. Suatu saat mereka mendengar Serge Suttel ditangkap karena telah menjadi buronan polisi atas kasus kriminal. Christo dan Dany meminta Momon untuk melakukan sesuatu agar Serge bisa dibebaskan. Momon menyadari bahwa mereka sudah berumur dan tidak bisa lagi melakukan hal yang gila dengan kehidupannya yang sudah se-established sekarang ini.

lundi 30 janvier 2012

Le Moine


The Monk


Le Moine atau The Monk diadaptasi dari novel terbitan tahun 1796 karangan Matthew Gregory Lewis asal Inggris. Vincent Cassel menjadi aktor utama berperan sebagai pendeta/monk bernama Ambrosio, di film yang disutradarai oleh Dominik Moll (sutradara film L'Autre Monde) dengan setting di Spanyol abad 16-17M. Kalo melihat gaya Cassel berjanggut/brewokan, memang terlihat bandel dan urakan seperti di film Mesrine, perbandingannya tentu kalau clean-shaven, terlihat seperti pria baik-baik :) tapi untuk kali ini, Cassel memegang peran serius dan seperti tergambarkan dalam poster film di samping, not even a slight smile spilled on his face.. Anda pun bisa membaca dari raut wajahnya di situ bahwa ceritanya pun bakal sama seriusnya..


lundi 23 janvier 2012

Forces Spéciales


Special Forces


Tidak banyak kesempatan kita melihat aksi pasukan khusus Prancis atau Brigade des Forces Spéciales Terres dalam layar lebar dan film ini sedikit bisa memberikan nuansa lain (tentunya) di antara tontonan versi Hollywood. Forces Spéciales adalah cerita satu unit Komando Prancis yang ditugaskan dalam misi membebaskan seorang jurnalis yang disandera kawanan Taliban.

Jurnalis tersebut, Elsa (diperankan si cantik Diane Kruger), awalnya mewawancarai seorang wanita Afghanistan yang kemudian membawanya untuk mencari informasi tentang seorang pimpinan Taliban bernama Ahmed Zaief yang terkenal kejam. Walaupun sudah diperingatkan oleh si penerjemah Amin, Elsa tetap berusaha menyelidiki Zaief melalui pihak ketiga. Tak beruntung, Elsa dan Amin pun disergap di jalanan oleh kawanan Taliban di bawah pimpinan Zaief. Elsa dan Amin kemudian dibawa ke tribal area Pakistan dan oleh Zaief nyawa mereka diancam untuk dihabisi.

dimanche 22 janvier 2012

Un Heureux Événement


A Happy Event

Surprised to watch Louise Bourgoin's tummy


Alasan utama menonton film ini, seperti biasa, adalah Louise Bourgoin yang sensual. Tapi kok ya perutnya bisa 'mlendung' segede itu, ya??? Anyway, sepertinya tidak penting kita menilai sensualitas wanita dari perutnya, yang tentunya dalam film ini menggunakan special effects :) Diambil dari novel karangan Eliette Abelcassis, awalnya adalah kisah kasih antara Barbara (Louise Bourgoin), seorang mahasiswa yang sedang merampungkan thesisnya, dengan seorang penjaga kios penyewaan video, Nicolas (Pio Marmaï). Lucu memang ketika mereka "berbicara" dengan medium judul video, dari ajakan kencan, penolakan, dan sampai dengan Barbara memberikan sinyal dengan judul filmnya Leo di Caprio "Catch Me if You Can". Mereka pun berkencan. Di tengah panas-panasnya bercumbu, Nicolas tanpa sadar berbisik ia ingin punya seorang anak! Bisikan ini terngiang-ngiang di telinga Barbara dan jadilah hasil pertemuan sel telur dan sel sperma di dalam rahimnya.

vendredi 30 septembre 2011

Simon Werner A Disparu


Lights Out
aka. Simon Werner Has Disappeared


Film remaja yang menarik, disutradarai Fabrice Gobert yang sekaligus menjadi penulis skenarionya. Menghilangnya seorang siswa di suatu sekolahan bernama Simon Werner menjadi plot utama yang mana saya yakin semua orang pun akan penasaran, dan yang bikin menarik adalah cerita ini dilihat dari point of view/perspektif 4 (empat) siswa lain, yang baik secara langsung maupun tidak, saling terkait.

Ber-setting-kan tahun 1992, dalam suatu pesta kaum remaja di sebuah rumah, sepasang cowok cewek yang 'berkelana' di areal hutan tanpa sengaja menemukan mayat. Mungkin bisa diasumsikan mayat tersebut adalah Simon Werner, tetapi sang sutradara tidak akan mau para penonton menarik kesimpulan secara dini hingga akhir film. Perspektif pertama dimulai dari Jérémie (Jules Pélissier), dengan kembali 10 hari ke belakang sebelum adegan pertama. Jérémie yang berlatih sepak bola sedang terkena sial karena cedera kaki yang menyebabkan kakinya di-gips. Kembali ke sekolah, teman-teman dekatnya Fréderic, Luc dkk, sedang membicarakan hilangnya Simon serta gosip-gosip miring mengenai penyebabnya, termasuk putusnya Simon dengan sang pacar Alice yang terkenal cantik. Keadaan sekolah dihinggapi rasa was-was. Kemudian seorang murid lain bernama Laetitia pun dikabarkan menghilang, padahal malam sebelumnya ia datang ke rumah Jérémie untuk meminjamkan buku catatan supaya ia bisa mengejar ketertinggalan pelajaran di sekolah. Apakah Jérémie terlibat dalam semua ini?


jeudi 15 septembre 2011

Rien À Déclarer


Nothing To Declare


Duet komedian Dany Boon (Bienvenue Chez Les Ch'tis, Mon Meilleur Ami) dan Benoît Poelvoorde (Astérix aux Jeux Olympiques) di film yang seru ini masing-masing berperan sebagai petugas bea cukai Perancis dan Belgia. Ditiadakannya pengecekan barang oleh bea cukai di perbatasan Perancis-Belgia--sebagai konsekuensi berdirinya Uni Eropa--sangat tidak bisa diterima oleh Ruben (Benoît Poelvoorde), seorang nasionalis yang anti-Perancis. Apalagi harus bekerja sama dengan Mathias (Dany Boon) dalam satu unit mobile customs gabungan dua negara.

I will write more about it.


RIEN À DÉCLARER: 3/5
GAMBAR: 3/5
CERITA: 3,5/5
KETAWA: 3/5

Note (from filmsdefrance.com):
1st January 1993 is a historic date for Europe, the date on which border controls a lifted for countries within the European Union. One man is not happy with this development is Ruben Vandervoorde, a customs officer in a small town on the Franco-Belgian border. A rabid Francophobe and lifelong Belgian nationalist, Ruben is outraged when he is forced to set up a mobile customs team with his French counterpart and sworn enemy, Mathias Ducatel. Convinced of the superiority of his country, Ruben is determined to put Mathias in his place. So much for the entente cordiale...

mercredi 7 septembre 2011

La Horde



Legion of Evil
aka. The Horde


Dasar bukan penggemar film horor, penyesalan selalu datang terlambat kenapa saya harus membuang waktu nonton film ini. Jalan cerita memang terlalu sederhana, sekelompok polisi yang (sepertinya sih) terdiri dari: Ouessem (Jean-Pierre Martins), Aurore (Claude Perron), Jimenez dan Tony, hendak membalas dendam atas kematian rekannya yang bernama Rivoallan. Mereka berencana menyerbu tempat berkumpulnya geng pimpinan Adewale Markudi (Eriq Ebouaney) di suatu gedung apartemen tua yang kumuh.

Sesampainya di tempat itu, rencana mereka gagal total dan malah berganti menjadi tawanan Markudi serta kawanannya: Bola, Greco, Tcheque dll. Markudi akhirnya mengeksekusi Jimenez yang terluka, dan Bola menembak satu orang tawanan yang kita pun tidak tahu siapa dia. Tiba-tiba saja orang yang seharusnya sudah mati itu jadi hidup alias zombi, dan setelah berkali-kali ditembak dan dipukuli, masih tetap bisa menyerang, sebelum akhirnya Markudi meledakkan kepalanya dengan senapan shotgun. Tetapi terlambat, dua kawanan Markudi sudah jadi korban, dan jatuh lagi seorang korban yang dimangsa satu zombi (the former look-out guy) dari luar..

mercredi 17 août 2011

L'Homme Qui Voulait Vivre Sa Vie


The Big Picture
a.k.a A Man who Wanted to Live His Life


Wah, lagi-lagi si Romain Duris jadi pemeran utama neh. He's become another favorite actor of mine. Menjadi Paul Exben, seorang eksekutif muda dalam karirnya yang sukses, dengan beristrikan Sarah (Marina Foïs) dan dua anak, tidak ada lagi yang perlu dikejar dalam hidupnya. Mungkin ada sedikit masalah komunikasi dengan Sarah, tetapi agaknya bisa "diperbaiki" di atas ranjang. Namun belakangan Sarah bersikap aneh serta akhirnya meminta cerai, dan Paul pun jadi sadar ada orang ketiga di dalam perkawinannya. Diketahui bahwa istrinya ada main dengan Grégoire Kremer, seorang fotografer. Mencoba mencari tahu, Paul berupaya mengkonfrontir Grégoire di rumahnya, yang kemudian di dalam suatu perdebatan dan perkelahian kecil, sebuah insiden terjadi yang menyebabkan Grégoire tewas!