dimanche 22 janvier 2012
Un Heureux Événement
A Happy Event
Surprised to watch Louise Bourgoin's tummy
Alasan utama menonton film ini, seperti biasa, adalah Louise Bourgoin yang sensual. Tapi kok ya perutnya bisa 'mlendung' segede itu, ya??? Anyway, sepertinya tidak penting kita menilai sensualitas wanita dari perutnya, yang tentunya dalam film ini menggunakan special effects :) Diambil dari novel karangan Eliette Abelcassis, awalnya adalah kisah kasih antara Barbara (Louise Bourgoin), seorang mahasiswa yang sedang merampungkan thesisnya, dengan seorang penjaga kios penyewaan video, Nicolas (Pio Marmaï). Lucu memang ketika mereka "berbicara" dengan medium judul video, dari ajakan kencan, penolakan, dan sampai dengan Barbara memberikan sinyal dengan judul filmnya Leo di Caprio "Catch Me if You Can". Mereka pun berkencan. Di tengah panas-panasnya bercumbu, Nicolas tanpa sadar berbisik ia ingin punya seorang anak! Bisikan ini terngiang-ngiang di telinga Barbara dan jadilah hasil pertemuan sel telur dan sel sperma di dalam rahimnya.
vendredi 30 septembre 2011
Simon Werner A Disparu
Lights Out
aka. Simon Werner Has Disappeared
Film remaja yang menarik, disutradarai Fabrice Gobert yang sekaligus menjadi penulis skenarionya. Menghilangnya seorang siswa di suatu sekolahan bernama Simon Werner menjadi plot utama yang mana saya yakin semua orang pun akan penasaran, dan yang bikin menarik adalah cerita ini dilihat dari point of view/perspektif 4 (empat) siswa lain, yang baik secara langsung maupun tidak, saling terkait.
Ber-setting-kan tahun 1992, dalam suatu pesta kaum remaja di sebuah rumah, sepasang cowok cewek yang 'berkelana' di areal hutan tanpa sengaja menemukan mayat. Mungkin bisa diasumsikan mayat tersebut adalah Simon Werner, tetapi sang sutradara tidak akan mau para penonton menarik kesimpulan secara dini hingga akhir film. Perspektif pertama dimulai dari Jérémie (Jules Pélissier), dengan kembali 10 hari ke belakang sebelum adegan pertama. Jérémie yang berlatih sepak bola sedang terkena sial karena cedera kaki yang menyebabkan kakinya di-gips. Kembali ke sekolah, teman-teman dekatnya Fréderic, Luc dkk, sedang membicarakan hilangnya Simon serta gosip-gosip miring mengenai penyebabnya, termasuk putusnya Simon dengan sang pacar Alice yang terkenal cantik. Keadaan sekolah dihinggapi rasa was-was. Kemudian seorang murid lain bernama Laetitia pun dikabarkan menghilang, padahal malam sebelumnya ia datang ke rumah Jérémie untuk meminjamkan buku catatan supaya ia bisa mengejar ketertinggalan pelajaran di sekolah. Apakah Jérémie terlibat dalam semua ini?
jeudi 15 septembre 2011
Rien À Déclarer
Nothing To Declare
Duet komedian Dany Boon (Bienvenue Chez Les Ch'tis, Mon Meilleur Ami) dan Benoît Poelvoorde (Astérix aux Jeux Olympiques) di film yang seru ini masing-masing berperan sebagai petugas bea cukai Perancis dan Belgia. Ditiadakannya pengecekan barang oleh bea cukai di perbatasan Perancis-Belgia--sebagai konsekuensi berdirinya Uni Eropa--sangat tidak bisa diterima oleh Ruben (Benoît Poelvoorde), seorang nasionalis yang anti-Perancis. Apalagi harus bekerja sama dengan Mathias (Dany Boon) dalam satu unit mobile customs gabungan dua negara.
I will write more about it.
RIEN À DÉCLARER: 3/5
GAMBAR: 3/5
CERITA: 3,5/5
KETAWA: 3/5
Note (from filmsdefrance.com):
1st January 1993 is a historic date for Europe, the date on which border controls a lifted for countries within the European Union. One man is not happy with this development is Ruben Vandervoorde, a customs officer in a small town on the Franco-Belgian border. A rabid Francophobe and lifelong Belgian nationalist, Ruben is outraged when he is forced to set up a mobile customs team with his French counterpart and sworn enemy, Mathias Ducatel. Convinced of the superiority of his country, Ruben is determined to put Mathias in his place. So much for the entente cordiale...
mercredi 7 septembre 2011
La Horde
Legion of Evil
aka. The Horde
Dasar bukan penggemar film horor, penyesalan selalu datang terlambat kenapa saya harus membuang waktu nonton film ini. Jalan cerita memang terlalu sederhana, sekelompok polisi yang (sepertinya sih) terdiri dari: Ouessem (Jean-Pierre Martins), Aurore (Claude Perron), Jimenez dan Tony, hendak membalas dendam atas kematian rekannya yang bernama Rivoallan. Mereka berencana menyerbu tempat berkumpulnya geng pimpinan Adewale Markudi (Eriq Ebouaney) di suatu gedung apartemen tua yang kumuh.
Sesampainya di tempat itu, rencana mereka gagal total dan malah berganti menjadi tawanan Markudi serta kawanannya: Bola, Greco, Tcheque dll. Markudi akhirnya mengeksekusi Jimenez yang terluka, dan Bola menembak satu orang tawanan yang kita pun tidak tahu siapa dia. Tiba-tiba saja orang yang seharusnya sudah mati itu jadi hidup alias zombi, dan setelah berkali-kali ditembak dan dipukuli, masih tetap bisa menyerang, sebelum akhirnya Markudi meledakkan kepalanya dengan senapan shotgun. Tetapi terlambat, dua kawanan Markudi sudah jadi korban, dan jatuh lagi seorang korban yang dimangsa satu zombi (the former look-out guy) dari luar..
mercredi 17 août 2011
L'Homme Qui Voulait Vivre Sa Vie
The Big Picture
a.k.a A Man who Wanted to Live His Life
Wah, lagi-lagi si Romain Duris jadi pemeran utama neh. He's become another favorite actor of mine. Menjadi Paul Exben, seorang eksekutif muda dalam karirnya yang sukses, dengan beristrikan Sarah (Marina Foïs) dan dua anak, tidak ada lagi yang perlu dikejar dalam hidupnya. Mungkin ada sedikit masalah komunikasi dengan Sarah, tetapi agaknya bisa "diperbaiki" di atas ranjang. Namun belakangan Sarah bersikap aneh serta akhirnya meminta cerai, dan Paul pun jadi sadar ada orang ketiga di dalam perkawinannya. Diketahui bahwa istrinya ada main dengan Grégoire Kremer, seorang fotografer. Mencoba mencari tahu, Paul berupaya mengkonfrontir Grégoire di rumahnya, yang kemudian di dalam suatu perdebatan dan perkelahian kecil, sebuah insiden terjadi yang menyebabkan Grégoire tewas!
samedi 13 août 2011
Effi Briest
Adultery tragedy, itulah yang terjadi pada Effi Briest, yang diperankan oleh Julia Jentsch, tokoh utama dalam film ini yang bersetting akhir abad ke-19. Effi Briest asalnya suatu novel dengan aliran 'realism' karya Theodor Fontane yang diterbitkan pada tahun 1896, dan beberapa kali telah diadaptasikan dalam karya layar lebar. Memang sih saya belum pernah baca novelnya, tetapi ketika menjadi suatu karya film (khususnya versi tahun 2009 dengan sutradara Hermine Huntgeburth ini) ada sesuatu yang tidak pas dan terasa sekali tanpa greget.
Ceritanya seperti ini. Effi yang masih berusia 17 tahun dijodohkan oleh orangtuanya--layaknya adat jaman dulu--untuk menikah dengan Baron Geert von Instetten (Sebastian Koch, pemeran film Das Leben der Anderen) yang jauh lebih tua umurnya. Geert kemudian membawa Effi ke Kessin, kota kecil tempat tinggalnya di pinggiran Laut Baltik.
lundi 8 août 2011
L'Assaut
The Assault
Film ini adalah kisah nyata pembajakan pesawat Air France (AF 8969) dari Algiers ke Paris pada bulan Desember 1994. Empat teroris GIA alias Groupe Islamique Armé berhasil memasuki kawasan bandara di kota Algiers dan menaiki pesawat Air France dengan berpura-pura menjadi pengawal khusus kepresidenan yang bertugas memeriksa paspor penumpang. Setelah membuka penyamaran, para teroris mengambil alih pesawat dan menuntut pembebasan dua orang pemimpin partai FIS (Front Islamique du Salut) yang sedang dipenjara. Setelah itu mereka juga bermaksud tetap terbang ke Paris dengan rencana rahasia menabrakan pesawat ke Menara Eiffel. Para pembajak sempat menembak mati 3 orang penumpang karena tuntutannya tidak dipenuhi. Sementara itu, pemerintah Prancis terlibat pergulatan politis dengan pemerintah Aljazair agar diijinkan terlibat dalam masalah ini. Setelah pesawat akhirnya diijinkan tinggal landas, pemerintah Prancis bisa dengan bebas melakukan intevensi sepenuhnya untuk mengatasi pembajakan ini. Tim anti-teror Kepolisian Prancis, GIGN-Groupe d'Intervention de la Gendarmerie Nationale, telah disiagakan dan ditugaskan untuk menyiapkan rencana pembebasan.
vendredi 5 août 2011
De Vrais Mensonges
Beautiful Lies
Kisah romantika yang tidak biasa, De Vrais Mensonges (of true lies?) menampilkan Audrey Tautou sebagai Émelie, pemilik salon rias rambut, yang sedang menghadapi permasalahan yang menimpa keluarganya. Ayahnya Marc sudah meninggalkan ibunya Maddy (Nathalie Baye) demi seorang gadis umur 20-an, dan berencana menuntut cerai. Émelie tidak ingin membuat Maddy larut dalam kesedihan sehingga meminta ayahnya untuk menunda perceraian sampai dengan Maddy siap menghadapi kenyataan.
Demi menceriakan sang ibu, Émelie mencoba mengirimkan surat cinta anonim kepada Maddy seolah-olah masih ada orang yang tertarik padanya. Faktanya Émelie mencontek abis isi dari surat cinta yang pernah dikirimkan kepadanya, juga secara anonim. Ternyata si secret admirer pengirim surat anonim tsb adalah Jean (Sami Bouajila), seorang tukang yang bekerja di salon Émelie, yang benar-benar mengaguminya.
Inscription à :
Articles (Atom)







