Affichage des articles dont le libellé est sejarah. Afficher tous les articles
Affichage des articles dont le libellé est sejarah. Afficher tous les articles
vendredi 8 juillet 2011
Sophie Scholl: Die Letzen Tage
Sophie Scholl: The Final Days
Film ini menceritakan kisah nyata seorang gadis anti-Nazi bernama Sophie Magdalena Scholl (yang diperankan oleh Julia Jentsch, pemeran film Edukators) dalam hari-hari terakhirnya menjadi pesakitan dalam dakwaan melakukan pembangkangan terhadap negara, dalam setting era Perang Dunia ke-2. Yang dilakukan oleh Sophie adalah menyebarkan pamflet anti-Nazi di hall Universitas Munich untuk mengajak para penduduk untuk melawan gerakan fasis-nya Adolf Hitler yang tidak bermoral dan mendukung berdirinya Eropa yang baru berdasarkan prinsip kebebasan dan hak asasi. Penyebaran pamflet ini dilakukan bersama dengan kakak kandungnya bernama Hans (Fabian Hinrichs), dan dalam konteks yang lebih luas, merupakan bagian dari kelompok yang kemudian dikenal sebagai gerakan Mawar Putih (atau White Rose, lihat referensinya di Wikipedia).
samedi 4 juin 2011
La Rafle

The Round Up
Adalah kisah nyata dari peristiwa penangkapan orang-orang Yahudi di Prancis pada waktu Perang Dunia ke-2 untuk dibawa ke kamp konsentrasi (baca: pemusnahan) di Auschwitz dsb. Cerita berawal dari rencana pemindahan orang-orang Yahudi ke Eropa Timur seperti yang diminta oleh Hitler, diktator Nazi Jerman, yang kemudian didiskusikan oleh petinggi rezim Vichy Prancis, Maréchal (Marsekal) Pétain dan Pierre Laval, deputinya. Disetujui untuk kuota 24.000 orang Yahudi, di tingkat operasional, Kepolisian Paris dan Milice yang akan bertugas menangkap orang-orang Yahudi non-Prancis yang sudah teregistrasi lengkap dan membawa mereka pada tgl 16 Juli 1942 ke Vélodrome d'Hiver sebagai tempat transit.
mardi 5 avril 2011
Hors-La-Loi

Outside the Law
Kali ini kita bertemu lagi dengan karya penulis skenario sekaligus sutradara asal Aljazair, Rachid Bouchareb, yang berkisah tentang sejarah Aljazair. Bisa dibilang sebagai lanjutan Indigénes yakni film tentang keikutsertaan tentara dari koloni Aljazair yang ikut membebaskan Prancis dari cengkeraman Nazi Jerman di Perang Dunia ke-2, dan setelah saya tahu, ternyata diperankan oleh tiga aktor utama yang sama juga! Tetapi di film ini mereka menjadi tiga bersaudara, Saïd (Jamel Debouzze), Messaoud (Roschdy Zem), dan Abdulkader (Sami Bouajila), yang berjuang untuk kemerdekaan Aljazair dari jajahan Prancis..
Sang sutradara dengan cerdik mengkaitkan peristiwa sejarah penting dalam perang kemerdekaan Aljazair sebagai bumbu dari perjalanan hidup ketiga bersaudara ini. Seperti pada awal film tentang insiden pembunuhan massal/massacre di kota Sétif pada tahun 1945, mereka kehilangan ayah dan dua saudara perempuannya. Jalan nasib mereka masing-masing berbeda. Abdulkader sebagai aktivis militan ditahan oleh otoritas dan dipenjara di Prancis. Messaoud yang mendaftar sebagai tentara harus ikut bertugas di medan perang Indochina melawan Viet Minh. Sedangkan Saïd melihat kesempatan lebih baik untuk tinggal di Prancis dan mengajak sang ibu pindah serta mencari peruntungan dari apapun bisnis yang didapat.
Nasib juga yang membawa ketiga bersaudara ini ber-reuni di Prancis, tetapi karena tidak satu tujuan masing-masing, perbedaan semakin meruncing. Abdulkader semakin radikal dalam perjuangannya. Messaoud karena pengalamannya melihat gerakan kemerdekaan di Indochina bersedia membantu Abdulkader, sedangkan Saïd cenderung pragmatis lebih memilih mengembangkan bisnisnya sehingga timbul pertentangan di antara mereka sendiri, bahkan Saïd sempat diancam dibunuh oleh Abdulkader karena bisnisnya melenceng dari rencana perjuangannya.
vendredi 18 mars 2011
Des Hommes et des Dieux

Of Gods and Men
Film ini berdasarkan kisah nyata para rahib Trappist (berkewarganegaraan Prancis) yang menetap di monastery Tibhirine di pegunungan Atlas, Aljazair, sebelum akhirnya mereka diculik oleh kelompok pemberontak Groupe Islamique Armé (GIA) untuk dijadikan sandera pada tahun 1996. Dalam film, digambarkan kegiatan rutin para rahib dalam berdoa dan bekerja, serta interaksi dengan masyarakat sekitar yang beragama Islam. Di tengah-tengah ancaman konflik bersenjata, para rahib awalnya tidak satu suara ketika menentukan apakah harus tinggal atau pindah dari monastery.
Kaum pemberontak pernah mendatangi monastery utk meminta bantuan medis atas anggotanya yang tertembak. Sedangkan pihak pemerintah meminta (dengan sedikit paksaan) mereka untuk pindah karena keselamatan mereka tidak terjamin. Keputusan bulat para rahib untuk tetap tinggal berakhir tragis, 7 rahib diculik pada tanggal 27 Maret 1996, dan hanya 2 rahib yang lolos dari penculikan tsb. Tanggal 21 Mei 1996 tentara pemerintah menemukan hanya kepala mereka yang terpancung, sedangkan jasadnya tidak pernah ditemukan.
lundi 11 octobre 2010
L'Armée du Crime
dimanche 19 septembre 2010
John Rabe
lundi 13 septembre 2010
Der Baader Meinhof Komplex

The Baader Meinhof Complex
Film sejarah lahirnya grup teroris Jerman beraliran ekstrim kiri, Rote Armee Fraktion (Faksi Tentara Merah/RAF), yang melakukan teror pemboman, penculikan, dan pembunuhan di tahun 1970-an. Baader Meinhof merujuk pada dua anggota utama RAF, Andreas Baader (Moritz Bleibtreu) dan Ulrike Meinhof (Martina Gedeck). Satu lagi tokoh yang berpengaruh dalam RAF adalah Gudrun Ensslin (Johanna Wokalek), yang juga kekasih Baader.
lundi 2 mars 2009
Der Rote Baron

The Red Baron
Kisah penerbang "ace" Jerman Manfred von Richthofen dalam Perang Dunia pertama (1914-1918).
Agak menganggu dan membuat saya sangat kecewa, film ini disyuting dengan menggunakan bahasa Inggris, maksudnya berbicara dalam bahasa Inggris / speaking English padahal aktor-aktornya orang Jerman semua, dan ini kan sejarah orang Jerman?? Saya tak mengerti mengapa harus dibikin seperti ini sehingga 'feel' ke-Jerman-annya tidak begitu terasa. Seribu sayang, I would not recommend this movie.
DER ROTE BARON: 2/5
GAMBAR: 3/5
CERITA: 2/5
ACTION: 3/5
Note:
Baron Manfred von Richtofen (Matthias Schweighöfer) is the most feared and celebrated pilot of the German air force in World War I. To him and his companions, air combats are events of sporty nature, technical challenge and honorable acting, ignoring the terrible extent of war. But after falling love with the nurse Kate (Lena Headey), Manfred realize he is only used for propaganda means. Caught between his disgust for the war, and the responsibility for his fighter wing, von Richthofen sets out to fly again.
dimanche 16 novembre 2008
Les Femme de l'Ombre

Female Agents
Berlatar belakang Prancis dalam situasi Perang Dunia ke-2, Film ini mengisahkan sekelompok agen wanita yang diterjunkan ke Prancis untuk menyelamatkan seorang ilmuwan yang ditangkap Nazi Jerman.
Setelah sukses menjalankan misi, kelompok ini harus menuju ke Paris untuk menuntaskan tugas membunuh seorang perwira Jerman karena ditakutkan informasi mengenai pendaratan Sekutu di Normandy terbongkar. Di kota inilah kelompok ini bernasib na'as.
DVDB yang saya dapat teksnya enggak karuan, terpaksa hanya mengandalkan mata dan perasaan untuk memahami cerita :) terus judulnya juga dirubah menjadi "Mona Lisa Smile 2" (??)
LES FEMMES DE L'OMBRE: 3/5
GAMBAR: 3/5
CERITA: 2,5/5
ACTION: 3/5
Note (www.fandango.com):
A handful of women use their smarts and allure in the service of the French Resistance in this historical drama set during World War II. Louise (Sophie Marceau) is a beautiful woman recruited into the French underground by her brother Pierre (Julien Boisselier) while Nazi forces occupy their homeland. Maurice Buckmaster (Colin David Reese) is a British agent who smuggles Louise into London to give her a special assignment -- a British scientist working with weapons research has been captured by Axis forces and is being held in a French hospital. Louise is ordered to put together a team of female resistance fighters to find the scientist and smuggle him to safety before he can be forced to tell Nazi intelligence what he knows. Louise's band of heroines includes Gaelle (Deborah Francois), who knows about demolition; Jeanne (Julie Depardieu), a streetwalker more interested in her own survival than the future of France; Suzy (Marie Gillain), a nightclub entertainer who was romantically involved with a German officer; and Maria Luzzato (Maya Sansa), a Jewish noblewoman who is on hand to help the other women when they make their way back into France. Les Femmes de l'ombre (aka Female Agents) was inspired by the true story of Lise Villameur, who served with French resistance forces during the Second World War. ~ Mark Deming
Inscription à :
Articles (Atom)


