Affichage des articles dont le libellé est biografi. Afficher tous les articles
Affichage des articles dont le libellé est biografi. Afficher tous les articles
vendredi 8 juillet 2011
Sophie Scholl: Die Letzen Tage
Sophie Scholl: The Final Days
Film ini menceritakan kisah nyata seorang gadis anti-Nazi bernama Sophie Magdalena Scholl (yang diperankan oleh Julia Jentsch, pemeran film Edukators) dalam hari-hari terakhirnya menjadi pesakitan dalam dakwaan melakukan pembangkangan terhadap negara, dalam setting era Perang Dunia ke-2. Yang dilakukan oleh Sophie adalah menyebarkan pamflet anti-Nazi di hall Universitas Munich untuk mengajak para penduduk untuk melawan gerakan fasis-nya Adolf Hitler yang tidak bermoral dan mendukung berdirinya Eropa yang baru berdasarkan prinsip kebebasan dan hak asasi. Penyebaran pamflet ini dilakukan bersama dengan kakak kandungnya bernama Hans (Fabian Hinrichs), dan dalam konteks yang lebih luas, merupakan bagian dari kelompok yang kemudian dikenal sebagai gerakan Mawar Putih (atau White Rose, lihat referensinya di Wikipedia).
vendredi 24 décembre 2010
Séraphine

Séraphine
Séraphine Louis atau yang lebih dikenal dengan Séraphine de Senlis (dari kota Senlis) adalah seorang pelukis Perancis yang mendapat inspirasi melukis karena alasan religius atau kepercayaan agama (ada kaitannya dengan Vierge Marie?). Ia sebetulnya ada seorang 'maid' di kota Senlis, dan waktu luangnya digunakan untuk melukis. Awalnya warna-warna yang ia dapatkan bukan dari bahan cat, tapi dari bahan natural (merah dari darah, coklat dari lumpur dsb dsb.). Yang dilukis pun kebanyakan adalah pohon dengan untaian daun yang berwarna-warni.
Ketika seorang kolektor lukisan asal Jerman, Wilhelm Uhde (Ulrich Tukur), tinggal sementara di kota Senlis pada tahun 1914, Séraphine (Yolande Moreau) kebetulan juga tukang bersih-bersih di tempat Uhde tinggal. Pada suatu kesempatan, Uhde sempat melihat hasil karya Séraphine di tempat sang induk semang. Dan mulai Uhde membeli hasil-hasil karya Séraphine lainnya dengan rencana ditampilkan dalam eksibisi di Paris, namun akhirnya Perang Dunia Pertama meletus dan Uhde harus meninggalkan Perancis karena kewarganegaraannya sebagai seorang Jerman tidak mungkin lagi tinggal di sana.
dimanche 19 septembre 2010
John Rabe
dimanche 12 septembre 2010
Mesrine: L'Ennemi Public Nº 1

Mesrine: Part 2 - Public Enemy #1 a.k.a. Public Enemy Number One (Part 2)
Paruh kedua film Mesrine (lihat Part 1) melanjutkan kisah Mesrine yang tertangkap setelah merampok bank. Kelihatannya tidak mungkin seorang bisa seberuntung si Mesrine yang licin bagaikan belut selalu bisa melarikan diri dari kawalan penjaga ketika berada di pengadilan. Lebih gila lagi, ia bisa lolos dari penjara dengan keamanan yg ketat. Ia pun lolos bersama dengan napi lain, Besse (Mathieu Amalric). Diceritakan juga Mesrine menulis buku autobiografi-nya yang berjudul L'instinct de mort (sesuai judul Part 1) sewaktu masih berada di dalam penjara.
samedi 4 septembre 2010
Coco Avant Chanel | Coco Chanel & Igor Stravinsky
2 film tentang Coco Chanel, seorang coutouriste/desainer adi busana ternama sekaligus pionir merk fashion terkenal sejagad Chanel (cek di Wikipedia), sama-sama dirilis tahun 2009 di Prancis.
dimanche 29 août 2010
Mesrine: L'instinct de Mort

Mesrine: Part 1 - Killer Instinct a.k.a. Public Enemy Number One (Part 1)
Gangster selalu membuat orang penasaran, filmnya pun membuat kita tertarik. Apalagi ini yang berdasarkan kisah nyata. Jacques Mesrine adalah kriminal kelas berat dari Prancis yang terlibat dalam banyak aksi perampokan bank, penculikan penculikan, serta pembunuhan (cek di Wikipedia) circa tahun 1960-an sampai dengan 1970-an.
Film rilisan tahun 2008 ini dibuat menjadi dua bagian, dan bagian pertama baru saya tonton di bioskop di Jakarta baru bulan Agustus 2010.
lundi 26 juillet 2010
Persepolis

Persepolis, adalah ibukota kekaisaran Persia sejak jaman dahulu kala. Nama ini juga dipakai oleh Marjane Satrapi, seorang ilustrator asal Iran yang terkenal setelah menelorkan graphic novel dengan nama tersebut, sebagai cerita autobiografi dari mulai sewaktu dia masih kecil yang tinggal di Iran era Shah Reza Pahlavi.
Film ini adaptasi dari graphic novel tersebut, dan walaupun saya belum pernah membaca, sebagai film cerita, storyline-nya mudah dipahami dari kacamata orang biasa. Memang untuk lebih memahami kita perlu membekali diri dengan sedikit pengetahuan sejarah Iran ketika Shah terakhir berkuasa, bagaimana Revolusi Iran dimulai, atau tentang perang Iran-Irak tahun 1980-1988.
Selain sejarah, sebagai latar belakang hidupnya Marjane juga mengupas sisi kehidupan pribadi keluarga intinya, yang anti-Shah & pro-Sosialis, tertekan oleh rejim Shah, dan juga tertekan oleh Revolusi. Ada hal yang menarik juga ketika ia harus meneruskan sekolah di Swiss menjadi proses menuju kedewasaan.
Satu lagi, kita juga dihadiahi bekali filosofi yang di film ini disampaikan oleh nenek Marjane, seorang yang tidak henti-hentinya menasehati nya. Satu diantaranya yang saya ingat: "Fear us what lulls our minds to sleep and makes up loose our conscience. Fear is also what turns us into cowards". Dan akhirnya Marjane tidak menyerah pada tekanan Revolusi dan ia pergi dari Iran untuk menceritakan hal ini kepada kita :)
PERSEPOLIS: 4/5
CERITA: 4/5
GAMBAR: 4/5
Note (from imdb.com):
In 1970s Iran, Marjane 'Marji' Statrapi watches events through her young eyes and her idealistic family of a long dream being fulfilled of the hated Shah's defeat in the Iranian Revolution of 1979. However as Marji grows up, she witnesses first hand how the new Iran, now ruled by Islamic fundamentalists, has become a repressive tyranny on its own. With Marji dangerously refusing to remain silent at this injustice, her parents send her abroad to Vienna to study for a better life. However, this change proves an equally difficult trial with the young woman finding herself in a different culture loaded with abrasive characters and profound disappointments that deeply trouble her. Even when she returns home, Marji finds that both she and homeland have changed too much and the young woman and her loving family must decide where she truly belongs. (by Kenneth Chisholm)
lundi 21 janvier 2008
La Môme
La Vie en Rose aka. The Passionate Life of Edith PiafFilm biografi seorang penyanyi 'jadul' Prancis, Edith Piaf (cek info di wikipedia), dari masa kecilnya sampai dengan kematiannya.
Marion Cotillard, yang memerankan Piaf, mendapatkan banyak pujian dan mendapatkan penghargaan untuk Best Performance dari Golden Globe Awards (2007).
LA VIE EN ROSE: 3/5
CERITA: 3/5
GAMBAR: 3/5
ACTING: 3,5/5
Note (from imdb.com):
An un-chronological look at the life of the Little Sparrow, Edith Piaf (1915-1963). Her mother is an alcoholic street singer, her father a circus performer, her paternal grandmother a madam. During childhood she lives with each of them. At 20, she's a street singer discovered by a club owner who's soon murdered, coached by a musician who brings her to concert halls, then quickly famous. Constant companions are alcohol and heartache. The tragedies of her love affair with Marcel Cerdan and the death of her only child belie the words of one of her signature songs, "Non, je ne regrette rien." The back and forth nature of the narrative suggest the patterns of memory and association.
Inscription à :
Articles (Atom)

