jeudi 4 juillet 2013

Alceste à Bicyclette


Cycling with Moliere


Fabriche Luchini is at his best
...


ALCESTE À BICYCLETTE: 3,5/5
GAMBAR: 4/5
CERITA: 3,5/5
ACTING: 3,5/5
KETAWA: 3/5

Note:
The story revolves around two actors rehearsing Moliere's The Misanthrope, with one refusing to perform the play while the other works diligently to persuade him to go on stage.

lundi 24 juin 2013

Barbara


Barbara


Saya suka melihat film Jerman dengan setting 'lama', dan Barbara merupakan salah satu sedikit film yang memberikan 'reward' yang pantas, apalagi setelah capek mengantri untuk mendapatkan satu tiket di Festival Film Jerman hehehe.. Dan lagi-lagi, Nina Hoss, pemeran dalam film A Woman in Berlin dan Jerichow, menengahkan kualitas akting yang mantabbb..

Kita dikenalkan dengan seorang dokter di Jerman Timur, Barbara (Nina Hoss) namanya, yang akan bekerja di suatu rumah sakit umum daerah jauh dari ibu kota. Kira-kira setting waktuya adalah tahun 1980-an. Jauh-jauh bekerja di daerah bukan karena keinginannya, lebih disebabkan karena dimutasi dengan alasan 'keamanan'. Barbara sebelumnya mencoba mengajukan ijin keluar negeri dan alhasil dipindahkan serta diintai terus oleh polisi rahasia Jerman Timur, Stasi. André (Ronald Zehrfeld), sang kepala RSUD, sepertinya tertarik dengan sosok Barbara. André mencoba untuk mengenal lebih dekat sosok Barbara, menawarkan untuk mengantarkan pulang dengan mobilnya, atau membetulkan piano, atau mengajak makan malam, mungkin dengan harapan Barbara bisa betah tinggal di situ. Barbara tidak terlalu menanggapi serius dan tetap bersikap cool. André tidak tahu bahwa ternyata Barbara menyimpan suatu rahasia.

dimanche 23 juin 2013

Mahler Auf Der Couch


Mahler on the Couch


Film ini adalah semacam cerita biografis Gustav Mahler (diperankan oleh Johannes Silbenschneider), seorang komponis asal Austria, yang dipertemukan dengan Sigmund Freud (Karl Markovics, pemeran film Counterfeiters), ahli neurologi terkenal (dengan psychoanalysis-nya) yang juga berasal Austria. Ber-setting tahun 1910, ceritanya berawal dari Mahler yang sudah punya janji bertemu dengan Freud untuk 'konsultasi', khususnya tentang perselingkuhan yang dilakukan istrinya, Alma (Barbara Romaner), dan ingin mengetahui kenapa hal itu bisa terjadi pada dirinya.

Awalnya Mahler ragu-ragu dan sebelumnya juga pernah berapa kali membatalkan janji. Freud yang sudah tidak sabar mengatakan bahwa dirinya akan bisa ditemui lagi setelah beberapa bulan ke depan karena appointment-nya sudah penuh. Mahler akhirnya setuju dan mengalirlah cerita dari awal bagaimana Mahler mengetahui istrinya berselingkuh.

jeudi 5 juillet 2012

Les Lyonnais


A Gang Story


Ciri khas film karya Oliver Marchal adalah bertemakan dunia hitam organised crime, sebut saja MR73/the Last Deadly Mission atau 36 Quai de Orfévres/36th Precinct. Subyek dalam film ini adalah Edmond Vidal (Gérard Lanvin) alias Momon, keturunan Gipsi yang menjadi pentolan kelompok gangster Gang des Lyonnais.

Momon awalnya direkrut oleh suatu gang kriminal yang dibentuk oleh Joan Chavez yang beraliran kanan anti sosialis. Ketika Momon ingin keluar dari gang tersebut untuk membentuk gang sendiri, dia malah diburu untuk dilenyapkan. Oleh kawan-kawannya, seperti Serge Suttel (Tchéky Karyo)--yang sama-sama pernah masuk penjara gara-gara mencuri buah cherry, Christo, Dany, dan le Grec, ia diyakinkan untuk tidak tinggal diam dan membalas apa yang dilakukan oleh kawanan Chavez. Momon pun setuju dan kawanan Chavez satu persatu dihabisi. Dengan teman-temannya tersebut, Momon melakukan perampokan bersenjata dan sukses membawa uang hasil rampasan. Cerita kriminal mereka berakhir ketika polisi berhasil menciduk mereka di perkampungan para Gipsi. Peristiwa ini terjadi pada tahun 1974 (fiktif?).

Berapa puluh tahun berlalu, Momon sudah insyaf dan meninggalkan dunia hitam, hidup tenang bersama istrinya, Janou, serta anak dan cucunya. Suatu saat mereka mendengar Serge Suttel ditangkap karena telah menjadi buronan polisi atas kasus kriminal. Christo dan Dany meminta Momon untuk melakukan sesuatu agar Serge bisa dibebaskan. Momon menyadari bahwa mereka sudah berumur dan tidak bisa lagi melakukan hal yang gila dengan kehidupannya yang sudah se-established sekarang ini.

lundi 30 janvier 2012

Le Moine


The Monk


Le Moine atau The Monk diadaptasi dari novel terbitan tahun 1796 karangan Matthew Gregory Lewis asal Inggris. Vincent Cassel menjadi aktor utama berperan sebagai pendeta/monk bernama Ambrosio, di film yang disutradarai oleh Dominik Moll (sutradara film L'Autre Monde) dengan setting di Spanyol abad 16-17M. Kalo melihat gaya Cassel berjanggut/brewokan, memang terlihat bandel dan urakan seperti di film Mesrine, perbandingannya tentu kalau clean-shaven, terlihat seperti pria baik-baik :) tapi untuk kali ini, Cassel memegang peran serius dan seperti tergambarkan dalam poster film di samping, not even a slight smile spilled on his face.. Anda pun bisa membaca dari raut wajahnya di situ bahwa ceritanya pun bakal sama seriusnya..


lundi 23 janvier 2012

Forces Spéciales


Special Forces


Tidak banyak kesempatan kita melihat aksi pasukan khusus Prancis atau Brigade des Forces Spéciales Terres dalam layar lebar dan film ini sedikit bisa memberikan nuansa lain (tentunya) di antara tontonan versi Hollywood. Forces Spéciales adalah cerita satu unit Komando Prancis yang ditugaskan dalam misi membebaskan seorang jurnalis yang disandera kawanan Taliban.

Jurnalis tersebut, Elsa (diperankan si cantik Diane Kruger), awalnya mewawancarai seorang wanita Afghanistan yang kemudian membawanya untuk mencari informasi tentang seorang pimpinan Taliban bernama Ahmed Zaief yang terkenal kejam. Walaupun sudah diperingatkan oleh si penerjemah Amin, Elsa tetap berusaha menyelidiki Zaief melalui pihak ketiga. Tak beruntung, Elsa dan Amin pun disergap di jalanan oleh kawanan Taliban di bawah pimpinan Zaief. Elsa dan Amin kemudian dibawa ke tribal area Pakistan dan oleh Zaief nyawa mereka diancam untuk dihabisi.

dimanche 22 janvier 2012

Un Heureux Événement


A Happy Event

Surprised to watch Louise Bourgoin's tummy


Alasan utama menonton film ini, seperti biasa, adalah Louise Bourgoin yang sensual. Tapi kok ya perutnya bisa 'mlendung' segede itu, ya??? Anyway, sepertinya tidak penting kita menilai sensualitas wanita dari perutnya, yang tentunya dalam film ini menggunakan special effects :) Diambil dari novel karangan Eliette Abelcassis, awalnya adalah kisah kasih antara Barbara (Louise Bourgoin), seorang mahasiswa yang sedang merampungkan thesisnya, dengan seorang penjaga kios penyewaan video, Nicolas (Pio Marmaï). Lucu memang ketika mereka "berbicara" dengan medium judul video, dari ajakan kencan, penolakan, dan sampai dengan Barbara memberikan sinyal dengan judul filmnya Leo di Caprio "Catch Me if You Can". Mereka pun berkencan. Di tengah panas-panasnya bercumbu, Nicolas tanpa sadar berbisik ia ingin punya seorang anak! Bisikan ini terngiang-ngiang di telinga Barbara dan jadilah hasil pertemuan sel telur dan sel sperma di dalam rahimnya.

vendredi 30 septembre 2011

Simon Werner A Disparu


Lights Out
aka. Simon Werner Has Disappeared


Film remaja yang menarik, disutradarai Fabrice Gobert yang sekaligus menjadi penulis skenarionya. Menghilangnya seorang siswa di suatu sekolahan bernama Simon Werner menjadi plot utama yang mana saya yakin semua orang pun akan penasaran, dan yang bikin menarik adalah cerita ini dilihat dari point of view/perspektif 4 (empat) siswa lain, yang baik secara langsung maupun tidak, saling terkait.

Ber-setting-kan tahun 1992, dalam suatu pesta kaum remaja di sebuah rumah, sepasang cowok cewek yang 'berkelana' di areal hutan tanpa sengaja menemukan mayat. Mungkin bisa diasumsikan mayat tersebut adalah Simon Werner, tetapi sang sutradara tidak akan mau para penonton menarik kesimpulan secara dini hingga akhir film. Perspektif pertama dimulai dari Jérémie (Jules Pélissier), dengan kembali 10 hari ke belakang sebelum adegan pertama. Jérémie yang berlatih sepak bola sedang terkena sial karena cedera kaki yang menyebabkan kakinya di-gips. Kembali ke sekolah, teman-teman dekatnya Fréderic, Luc dkk, sedang membicarakan hilangnya Simon serta gosip-gosip miring mengenai penyebabnya, termasuk putusnya Simon dengan sang pacar Alice yang terkenal cantik. Keadaan sekolah dihinggapi rasa was-was. Kemudian seorang murid lain bernama Laetitia pun dikabarkan menghilang, padahal malam sebelumnya ia datang ke rumah Jérémie untuk meminjamkan buku catatan supaya ia bisa mengejar ketertinggalan pelajaran di sekolah. Apakah Jérémie terlibat dalam semua ini?


jeudi 15 septembre 2011

Rien À Déclarer


Nothing To Declare


Duet komedian Dany Boon (Bienvenue Chez Les Ch'tis, Mon Meilleur Ami) dan Benoît Poelvoorde (Astérix aux Jeux Olympiques) di film yang seru ini masing-masing berperan sebagai petugas bea cukai Perancis dan Belgia. Ditiadakannya pengecekan barang oleh bea cukai di perbatasan Perancis-Belgia--sebagai konsekuensi berdirinya Uni Eropa--sangat tidak bisa diterima oleh Ruben (Benoît Poelvoorde), seorang nasionalis yang anti-Perancis. Apalagi harus bekerja sama dengan Mathias (Dany Boon) dalam satu unit mobile customs gabungan dua negara.

I will write more about it.


RIEN À DÉCLARER: 3/5
GAMBAR: 3/5
CERITA: 3,5/5
KETAWA: 3/5

Note (from filmsdefrance.com):
1st January 1993 is a historic date for Europe, the date on which border controls a lifted for countries within the European Union. One man is not happy with this development is Ruben Vandervoorde, a customs officer in a small town on the Franco-Belgian border. A rabid Francophobe and lifelong Belgian nationalist, Ruben is outraged when he is forced to set up a mobile customs team with his French counterpart and sworn enemy, Mathias Ducatel. Convinced of the superiority of his country, Ruben is determined to put Mathias in his place. So much for the entente cordiale...

mercredi 7 septembre 2011

La Horde



Legion of Evil
aka. The Horde


Dasar bukan penggemar film horor, penyesalan selalu datang terlambat kenapa saya harus membuang waktu nonton film ini. Jalan cerita memang terlalu sederhana, sekelompok polisi yang (sepertinya sih) terdiri dari: Ouessem (Jean-Pierre Martins), Aurore (Claude Perron), Jimenez dan Tony, hendak membalas dendam atas kematian rekannya yang bernama Rivoallan. Mereka berencana menyerbu tempat berkumpulnya geng pimpinan Adewale Markudi (Eriq Ebouaney) di suatu gedung apartemen tua yang kumuh.

Sesampainya di tempat itu, rencana mereka gagal total dan malah berganti menjadi tawanan Markudi serta kawanannya: Bola, Greco, Tcheque dll. Markudi akhirnya mengeksekusi Jimenez yang terluka, dan Bola menembak satu orang tawanan yang kita pun tidak tahu siapa dia. Tiba-tiba saja orang yang seharusnya sudah mati itu jadi hidup alias zombi, dan setelah berkali-kali ditembak dan dipukuli, masih tetap bisa menyerang, sebelum akhirnya Markudi meledakkan kepalanya dengan senapan shotgun. Tetapi terlambat, dua kawanan Markudi sudah jadi korban, dan jatuh lagi seorang korban yang dimangsa satu zombi (the former look-out guy) dari luar..

mercredi 17 août 2011

L'Homme Qui Voulait Vivre Sa Vie


The Big Picture
a.k.a A Man who Wanted to Live His Life


Wah, lagi-lagi si Romain Duris jadi pemeran utama neh. He's become another favorite actor of mine. Menjadi Paul Exben, seorang eksekutif muda dalam karirnya yang sukses, dengan beristrikan Sarah (Marina Foïs) dan dua anak, tidak ada lagi yang perlu dikejar dalam hidupnya. Mungkin ada sedikit masalah komunikasi dengan Sarah, tetapi agaknya bisa "diperbaiki" di atas ranjang. Namun belakangan Sarah bersikap aneh serta akhirnya meminta cerai, dan Paul pun jadi sadar ada orang ketiga di dalam perkawinannya. Diketahui bahwa istrinya ada main dengan Grégoire Kremer, seorang fotografer. Mencoba mencari tahu, Paul berupaya mengkonfrontir Grégoire di rumahnya, yang kemudian di dalam suatu perdebatan dan perkelahian kecil, sebuah insiden terjadi yang menyebabkan Grégoire tewas!

samedi 13 août 2011

Effi Briest



Adultery tragedy, itulah yang terjadi pada Effi Briest, yang diperankan oleh Julia Jentsch, tokoh utama dalam film ini yang bersetting akhir abad ke-19. Effi Briest asalnya suatu novel dengan aliran 'realism' karya Theodor Fontane yang diterbitkan pada tahun 1896, dan beberapa kali telah diadaptasikan dalam karya layar lebar. Memang sih saya belum pernah baca novelnya, tetapi ketika menjadi suatu karya film (khususnya versi tahun 2009 dengan sutradara Hermine Huntgeburth ini) ada sesuatu yang tidak pas dan terasa sekali tanpa greget.

Ceritanya seperti ini. Effi yang masih berusia 17 tahun dijodohkan oleh orangtuanya--layaknya adat jaman dulu--untuk menikah dengan Baron Geert von Instetten (Sebastian Koch, pemeran film Das Leben der Anderen) yang jauh lebih tua umurnya. Geert kemudian membawa Effi ke Kessin, kota kecil tempat tinggalnya di pinggiran Laut Baltik.

lundi 8 août 2011

L'Assaut


The Assault

Film ini adalah kisah nyata pembajakan pesawat Air France (AF 8969) dari Algiers ke Paris pada bulan Desember 1994. Empat teroris GIA alias Groupe Islamique Armé berhasil memasuki kawasan bandara di kota Algiers dan menaiki pesawat Air France dengan berpura-pura menjadi pengawal khusus kepresidenan yang bertugas memeriksa paspor penumpang. Setelah membuka penyamaran, para teroris mengambil alih pesawat dan menuntut pembebasan dua orang pemimpin partai FIS (Front Islamique du Salut) yang sedang dipenjara. Setelah itu mereka juga bermaksud tetap terbang ke Paris dengan rencana rahasia menabrakan pesawat ke Menara Eiffel. Para pembajak sempat menembak mati 3 orang penumpang karena tuntutannya tidak dipenuhi. Sementara itu, pemerintah Prancis terlibat pergulatan politis dengan pemerintah Aljazair agar diijinkan terlibat dalam masalah ini. Setelah pesawat akhirnya diijinkan tinggal landas, pemerintah Prancis bisa dengan bebas melakukan intevensi sepenuhnya untuk mengatasi pembajakan ini. Tim anti-teror Kepolisian Prancis, GIGN-Groupe d'Intervention de la Gendarmerie Nationale, telah disiagakan dan ditugaskan untuk menyiapkan rencana pembebasan.

vendredi 5 août 2011

De Vrais Mensonges


Beautiful Lies


Kisah romantika yang tidak biasa, De Vrais Mensonges (of true lies?) menampilkan Audrey Tautou sebagai Émelie, pemilik salon rias rambut, yang sedang menghadapi permasalahan yang menimpa keluarganya. Ayahnya Marc sudah meninggalkan ibunya Maddy (Nathalie Baye) demi seorang gadis umur 20-an, dan berencana menuntut cerai. Émelie tidak ingin membuat Maddy larut dalam kesedihan sehingga meminta ayahnya untuk menunda perceraian sampai dengan Maddy siap menghadapi kenyataan.

Demi menceriakan sang ibu, Émelie mencoba mengirimkan surat cinta anonim kepada Maddy seolah-olah masih ada orang yang tertarik padanya. Faktanya Émelie mencontek abis isi dari surat cinta yang pernah dikirimkan kepadanya, juga secara anonim. Ternyata si secret admirer pengirim surat anonim tsb adalah Jean (Sami Bouajila), seorang tukang yang bekerja di salon Émelie, yang benar-benar mengaguminya.

dimanche 17 juillet 2011

Soul Kitchen




Un ordinaire restaurateur essaye de chercher le signification de sa vie entre son amour et son rêve

Bukan, ini bukan film tentang bisnis rumah makan, "Soul Kitchen" adalah nama restoran yang dimiliki oleh Zinos Kazantsakis (Adam Bousdoukos) yang menyediakan menu makanan ala fast food untuk memenuhi selera pelanggan lokal. Ketika kekasihnya, Nadine (Phelline Roggan), punya rencana pergi ke Shanghai dalam penugasan jurnalistik, Zinos pun dalam kebimbangan, apakah tetap di Hamburg untuk menjaga bisnisnya, atau meninggalkannya untuk tetap bersama Nadine. Ingin segera memutuskan jalan mana yang diambil, Zinos harus melalui titik zenith dan titik nadir bak rollercoaster yang membuat hidupnya semakin tidak tentu arah. :)

Zinos berpikir menitipkan restoran pada orang yang dipercayainya. Ia berani mempekerjakan Shayn (Birol Ünel, pemeran film Head-On) ex-koki resto ternama sebagai koki baru, eh dengan menu barunya malah membuat semua pelanggannya kabur. Muncul pula Adik Zinos, Illias (Moritz Bleibtreu) seorang penjahat kambuhan yang mendapatkan parole keluar penjara dengan alasan bekerja di Soul Kitchen, padahal ia seorang yang malas bekerja, lebih suka minum-minum dan berjudi dengan komplotan pencurinya.

samedi 16 juillet 2011

La Journée de la Jupe

Skirt Day


Isabelle Adjani berperan sebagai Sonia Bergerac, guru di suatu sekolah menengah negeri yang mana muridnya bandel-bandel, yang kebanyakan adalah keturunan minoritas (Arab dan Afrika). Sonia hendak mengajar di kelas drama di ruangan teater sekolah, dan dari awal murid-muridnya seperti tidak ada rasa hormat, dan terang-terangan merendahkan gurunya.

Dalam kelas, Sonia tidak bisa mengendalikan secara efektif dan melihat dua dari murid-muridnya sedang berada di belakang kelas. Mereka sedang membicarakan isi dalam tas yang mereka bawa. Tak disangka-sangka, sebuah pistol jatuh dari tas itu dan dalam pergelutan Sonia yang pertama mengambil pistol itu, kemudian tanpa sengaja menembak kaki Mouss. Keadaan menjadi kacau, dan sebagian murid keluar dari ruangan. Sonia yang panik menutup dan mengunci pintu masuk, serta menyuruh murid yang masih ada dalam ruangan untuk berbaring. Terjadilah situasi penyanderaan..

vendredi 8 juillet 2011

Sophie Scholl: Die Letzen Tage


Sophie Scholl: The Final Days


Film ini menceritakan kisah nyata seorang gadis anti-Nazi bernama Sophie Magdalena Scholl (yang diperankan oleh Julia Jentsch, pemeran film Edukators) dalam hari-hari terakhirnya menjadi pesakitan dalam dakwaan melakukan pembangkangan terhadap negara, dalam setting era Perang Dunia ke-2. Yang dilakukan oleh Sophie adalah menyebarkan pamflet anti-Nazi di hall Universitas Munich untuk mengajak para penduduk untuk melawan gerakan fasis-nya Adolf Hitler yang tidak bermoral dan mendukung berdirinya Eropa yang baru berdasarkan prinsip kebebasan dan hak asasi. Penyebaran pamflet ini dilakukan bersama dengan kakak kandungnya bernama Hans (Fabian Hinrichs), dan dalam konteks yang lebih luas, merupakan bagian dari kelompok yang kemudian dikenal sebagai gerakan Mawar Putih (atau White Rose, lihat referensinya di Wikipedia).

mardi 21 juin 2011

Le Premier Jour du Reste de Ta Vie


The First Day of the Rest of Your Life


Akhirnya punya kesempatan nonton film yang banyak menerima pujian ini, termasuk mendapatkan nominasi untuk 8 kategori César Awards tahun 2009 dan memenangkan tiga di antaranya.

Film ini menggambarkan kehidupan sebuah keluarga, ayah ibu dan tiga anak--dua laki-laki dan satu perempuan. Menariknya masing-masing diberikan sesi tersendiri mengenai perjalanan hidupnya, termasuk pada masa yang menyenangkan atau yang menyedikan, penuh dengan kejutan dan kadang berujung bencana. Dan satu dari sekian cerita menjadi titik balik dari sebelumnya adalah keluarga yang rukun-rukun saja menjadi terpecah, walaupun akhirnya bisa bersatu kembali.
I will write more about it.

LE PREMIER JOUR DU RESTE DE TA VIE: 4/5
GAMBAR: 4/5
CERITA: 4,5/5
ACTING: 4/5

lundi 20 juin 2011

Potiche

Trophy Wife


Film komedi ringan diawaki oleh aktor aktris kawakan Perancis, seperti Catherine Deneuve, Gérard Depardieu dan Fabrice Luchini, yang jelas terlihat sudah berumur. Tetapi sepertinya kwalitet akting mereka tidak perlu diragukan lagi.

Bersettingkan tahun 1977, film ini menceritakan kisah Suzanne (C. Deneuve) seorang ibu rumah tangga, yang bersuamikan Robert Pujol (F. Luchini), seorang CEO pabrik payung "Pujol", yang mana adalah perusahaan keluarga yang diwariskan dari ayah Suzanne. Suzanne yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah tidak pernah tahu tentang usaha pabrik payung tsb dijalankan, dan sepertinya tutup mata terhadap sikap cuek dan kasar Robert, apalagi kelakuannya yang doyan selingkuh, termasuk dengan sekretarisnya sendiri, Nadège (Karin Viard).

Suatu saat, pekerja pabrik mengadakan mogok kerja dengan tuntutan menyangkut jam kerja dan bonus. Robert tersekap di pabrik karena bersikeras tidak mau memenuhi tuntutan serikat pekerja. Akhirnya Suzanne turun tangan mencoba menyelesaikan,

dimanche 12 juin 2011

Gardiens de l'Ordre


Off Limits

Better injustice than disorder..


Tiga orang polisi yang sedang patroli, Julie (Cécile de France) dan Bastien serta partner baru Simon (Fred Testot), mengecek sebuah apartemen yang dilaporkan memutar musik dengan keras sampai tengah malam. Setelah pintu diketuk, penghuninya tiba-tiba membuka pintu dan menembak mati Bastien. Julie dan Simon langsung bereaksi, dan Julie berhasil membalas dan menembak dua kali orang tersebut. Tergenggam di tangannya dua butir pil narkoba berwarna kuning berpendar.