mardi 24 août 2010

Ensemble, C'est Tout


Together, that's all a.k.a. Hunting and Gathering (??)


Plot dalam film ini sangat sederhana, hanya film drama biasa saja dan diakhiri (ternyata?) dengan ending yang berbau-bau romantika. Mungkin bukan hoki-nya Tautou utk main di film ini, pengembangan karakter Camille tidak mendalam dan jalinan cinta dengan Franck dibungkus dengan cerita 'sederhana' (lagi). Hanya dengan membaca note di bawah ini pun sudah cukup menggambarkan isi keseluruhan film. Saya tidak terlalu merekomendasikan.


ENSEMBLE, C'EST TOUT: 2,5/5
GAMBAR: 2,5/5
CERITA: 2/5
ACTING: 2,5/5


Note (from imdb.com):
Camille (Audrey Tautou) works evenings as an office cleaning woman, and makes graceful drawings in her free time, living in the attic of a Parisian apartment block. Philibert (Laurent Stocker) is a young, aristocratic history buff living - temporarily - in an apartment lower down, part of the estate of his late grandmother. He has let out part of it to up and coming cook Franck (Guillaume Canet), a gruff young loner and womaniser with a genuine love for his frail grandmother, Paulette (Francoise Bertin). When Camille falls ill, Philibert insists she stay with the two of them so he can look after her. And even though she and Franck clash, the trio manage to live together and learn from each other.

lundi 26 juillet 2010

Persepolis


Persepolis, adalah ibukota kekaisaran Persia sejak jaman dahulu kala. Nama ini juga dipakai oleh Marjane Satrapi, seorang ilustrator asal Iran yang terkenal setelah menelorkan graphic novel dengan nama tersebut, sebagai cerita autobiografi dari mulai sewaktu dia masih kecil yang tinggal di Iran era Shah Reza Pahlavi.

Film ini adaptasi dari graphic novel tersebut, dan walaupun saya belum pernah membaca, sebagai film cerita, storyline-nya mudah dipahami dari kacamata orang biasa. Memang untuk lebih memahami kita perlu membekali diri dengan sedikit pengetahuan sejarah Iran ketika Shah terakhir berkuasa, bagaimana Revolusi Iran dimulai, atau tentang perang Iran-Irak tahun 1980-1988.

Selain sejarah, sebagai latar belakang hidupnya Marjane juga mengupas sisi kehidupan pribadi keluarga intinya, yang anti-Shah & pro-Sosialis, tertekan oleh rejim Shah, dan juga tertekan oleh Revolusi. Ada hal yang menarik juga ketika ia harus meneruskan sekolah di Swiss menjadi proses menuju kedewasaan.

Satu lagi, kita juga dihadiahi bekali filosofi yang di film ini disampaikan oleh nenek Marjane, seorang yang tidak henti-hentinya menasehati nya. Satu diantaranya yang saya ingat: "Fear us what lulls our minds to sleep and makes up loose our conscience. Fear is also what turns us into cowards". Dan akhirnya Marjane tidak menyerah pada tekanan Revolusi dan ia pergi dari Iran untuk menceritakan hal ini kepada kita :)


PERSEPOLIS: 4/5
CERITA: 4/5
GAMBAR: 4/5


Note (from imdb.com):
In 1970s Iran, Marjane 'Marji' Statrapi watches events through her young eyes and her idealistic family of a long dream being fulfilled of the hated Shah's defeat in the Iranian Revolution of 1979. However as Marji grows up, she witnesses first hand how the new Iran, now ruled by Islamic fundamentalists, has become a repressive tyranny on its own. With Marji dangerously refusing to remain silent at this injustice, her parents send her abroad to Vienna to study for a better life. However, this change proves an equally difficult trial with the young woman finding herself in a different culture loaded with abrasive characters and profound disappointments that deeply trouble her. Even when she returns home, Marji finds that both she and homeland have changed too much and the young woman and her loving family must decide where she truly belongs. (by Kenneth Chisholm)

samedi 24 juillet 2010

Poltergay


Poltergay, memang tidak bisa dibilang film horror, karena sosok hantu2nya tidak menakutkan, malah tampil necis, perlente dan cenderung...gay! Diambil dari kata bahasa Jerman 'poltergeist' atau hantu yg berisik, disini hantunya ada para gay yang mati ketika terjadi kebakaran di pesta disko rumahan tahun 1970-an.

Adalah pasangan Marc (Clovis Cornillac) dan Emma (Julie Depardieu) yang pindahan ke rumah yang umurnya mungkin lebih dari seabad lamanya. Tak lama Marc mulai merasakan adanya keanehan di dalam rumah 'baru'-nya, dan ketika muncul hantu2 gay itu, Marc bisa melihat mereka tetapi Emma tidak. Hal ini membuat hubungan mereka runyam, sampai Emma meninggalkan Marc karena tindakan Marc yang seakan-akan menjadi gila.

Marc pun mencari tahu apa yang terjadi dengan mereka, dan berusaha menolong. Upaya Marc oleh para hantu2 tersebut dibalas dengan menolong Marc agar bisa dekat lagi dengan Emma.

Film komedi ini berbobot ringan dan bukan tipe yang membuat orang tertawa terbahak-bahak. Saya pun mungkin lebih banyak tersenyum. Saya akui ide ceritanya fresh, hanya pengembangan cerita memang tidak terlalu kuat, dan menjelang akhir film baru terasa menarik.

POLTERGAY: 2,5/5
GAMBAR: 3/5
CERITA: 2,5/5
KETAWA: 2/5


Note (from film.com):
When Marc and Emma move into their new house, they have no idea that in the 1970s, their basement was a gay nightclub which had been destroyed by fire and that the house itself is now haunted by the ghosts of five gay and mischievous clubbers. Marc can see them. Emma can't. In the end, Marc's "visions" cause Emma to walk out on him. Touched by the poor guy's distress, the ghosts decide to help him win Emma back. In return, Marc frees them from the house and helps them to discover the 21st century fever!

mardi 22 juin 2010

Le Premier Cercle


Inside Ring a.k.a. Ultimate Heist


Malakian, adalah satu klan dari Armenia yang mengungsi dari negeri Turki ke negeri Prancis karena Perang Dunia ke-1 dan menetap sampai beranak-pinak, dan terkenal sebagai klan yang hidup dari kegiatan kriminal. Dikomandoi oleh Milo (Jean Reno), klan Malakian banyak melakukan kejahatan secara brutal, tanpa aparat hukum bisa mencokoknya. Inspektur polisi Saunier (Sami Bouajila) kesulitan untuk mendapatkan bukti yang bisa membawa mereka ke pengadilan.

Di sisi lain, Anton (Gaspard Ulliel), anak Milo, sudah jengah dengan kehidupan gangster yang dilakukan klan-nya. Ia pun berniat untuk meninggalkan ayahnya secara diam-diam dan sudah merencanakan untuk membuka bisnis penginapan secara legal, bersama dengan kekasihnya, Elodie. Setelah tahu apa yang dilakukan anaknya, Milo tidak rela begitu saja melepas Anton, yang telah digadang-gadang oleh Milo untuk menjadi penggantinya sebagai ketua klan. Dengan mengincar nyawa Elodie, Milo berhasil menarik Anton untuk ikut satu aksi perampokan yang terakhir kalinya.

Dari awal terasa biasa saja dan lambat, tanpa kita bisa mengira-ira akhir cerita seperti apa. Tetapi menjelang akhir baru terasa cepat temponya ditambah dengan aksi pembajakan pesawat yg diluar perkiraan. Memang pergulatan antara ayah dan anak terdengar klise, tapi dalam film ini dibungkus dengan cerita dan aksi yang tidak biasa. Dan jangan harap ada happy-ending di film ini :)

LE PREMIER CERCLE: 2,5/5
GAMBAR: 3/5
CERITA: 2,5/5
ACTION: 2,5/5

Note (from imdb.com):
The Malakian clan, a family of ruthless gangsters, controls the underworld of Southern France. At its head, the violent godfather Milo Malakian rules his world with an iron fist. His son and heir, Anton, dreams of breaking free and making his own choices. But the gang's inner circle is engraved in blood. To escape, not only does Anton have to counter his own destiny, but also the man who has sworn to bring his father down.

dimanche 16 mai 2010

Monsieur Ibrahim et Les Fleurs du Coran


Mister Ibrahim and the Flowers of Koran

Berlatar belakang tahun 1960-an, ada seorang remaja keturunan Yahudi, Momo, yang hidup hanya dengan ayahnya. Sang ayah tidak banyak meluangkan waktu dengan Momo karena bekerja, sehingga praktis Momo sendirian mengurusi dirinya sendiri. Tinggal di kawasan yang penuh dengan PSK jalanan, dia pun 'tergoda' untuk mencicipi dengan mengorbankan uang tabungan serta uang belanja. Untuk menutupi kekurangan belanja, Momo memilih untuk mencuri di toko kelontong milih Monsieur Ibrahim.

Dari situ, Mr. Ibrahim pun mulai memberikan petuah kebajikan kepada Momo dan mengalirlah pesan-pesan tentang filosofi hidup dan bagaimana menjalani kehidupan yang baik. Apapun masalah yang ditemui oleh Momo, Mr. Ibrahim bisa memberikan pengertian kepada Momo untuk belajar menghadapinya.

Sosok Mr. Ibrahim sebagai pemilik toko kelontong kecil dimainkan secara apik oleh Omar Sharif. Saya hanya menyayangkan tidak ada rujukan mengenai Al-Quran yang spesifik. Namun saya puas, Mr. Ibrahim digambarkan sebagai orang Islam yang baik dan simpatik. Suasana lingkungan dimana Momo tinggal, dengan penggambaran suatu jalan yang sempit, terasa nyata dan hidup ditambah dengan berbagai mobil dan orang yang lalu lalang mengisi nafas kehidupan di kawasan miskin tsb.

MONSIEUR IBRAHIM ET LES FLEURS DU CORAN: 3,5/5
GAMBAR: 4/5
CERITA: 3,5/5
ACTING: 3,5/5

Note (from imdb.com):
In a street called Blue in a very poor neighborhood in Paris, Monsieur Ibrahim is an old Muslin Turkish owner of a small market. He becomes friend of the teenager Jewish Moses, tenderly nicknamed Momo, who lives with his father in a small apartment on the other side of the street. Monsieur Ibrahim gives paternal love and teaches the knowledge of the Koran to the boy, receiving in return love and respect. (Written by Claudio Carvalho)

dimanche 28 mars 2010

Le Concert


The Concert


Walaupun kedengarannya seperti film musikal, Le Concert menawarkan menu yang lebih dari itu. Seorang ex-conductor dari kota Moskow, Andrei Filipov, yang tersisihkan karena konfrontasi politik dgn para penguasa waktu jaman Uni Sovyet/komunis, mendapatkan ide pergi ke Paris setelah ada tawaran untuk mengisi konser orkestra di Theater du Chatelet untuk mewakili orkestra Theater Bolshoi di mana tempat ia bekerja (sebagai cleaner/pembersih).

Mulailah ia mengumpulkan teman2 satu perjuangan dulu dgn segala tetek bengeknya, seperti mencari manager yg bisa berbahasa Prancis, meyakinkan temannya yang Yahudi, mencari sponsor, mengurus paspor dsb. Lucunya, si manager meminta syarat2 yang harus dipenuhi pihak penyelenggara berdasarkan situasi jaman doeloe. Si manager juga membawa misi lain ke Paris yakni mencari sang kamerad yang sama-sama beraliran komunis.

Andrei, sebagai konduktor, juga membawa misi tertentu. Ia meminta penyelenggara agar bisa mengajak violonist Prancis terkenal, Anne-Marie Jacquet, utk turut tampil sebagai soloist dalam kelompok orkestranya. Tidak disangka, walaupun banyak balutan komedinya, film ini juga membawa kisah yang mengharukan. Ketika dalam konser tersebut, di tengah keheningan selain alunan musik biola dan orkestra yang memainkan Tchaikovsky, terungkap cerita sebenarnya mengenai kisah Anne-Marie Jacquet.

Film ini menggabungkan komedi yang satir dari tanah Rusia khususnya era pasca-komunis dengan cerita yang membuat kita tertawa terbahak-bahak dan sekaligus menangis. Jika anda menonton film ini, tak terasa air matapun bisa menetes.

LE CONCERT: 4/5
GAMBAR: 3,5/5
CERITA: 4/5
KETAWA: 4/5

mardi 2 mars 2010

8 Fois Debout


8 Times Up

"7 fois à terre, 8 fois debout..."


Elsa (Julie Gayes) dan Matthieu (Denis Podalydés) adalah tetangga di suatu apartemen. Mereka punya nasib yang sama, terancam terusir dari apartemen karena masih nunggak bayar sewa dan tidak punya pekerjaan mapan yang tetap.

Entah kenapa, memang mereka berdua tidak begitu 'pede' menghadapi job interview. Dari banyak wawancara, jawaban-jawaban yang mereka berikan seringkali meleset. Alhasil mereka selalu gagal mendapatkan pekerjaan. Sementara pekerjaan yg dilakukan Elsa untuk bertahan hidup hanya dari membersihkan bis di malam hari dan memberi kursus bahasa Inggris kepada anak dari keluarga kaya. Elsa lebih 'desperate' lagi karena ia ingin bisa mendapatkan hak asuh anaknya, Étienne, yang tinggal bersama ayah kandung dan ibu tirinya.

Saya lebih bersimpati kepada Matthieu, yang mana setiap job interview, dia bisa menjawab dengan lugas dan terlihat pede, walaupun tidak terlalu menjawab pertanyaan yang diajukan (ngeles gituh..), dan tampaknya lebih bisa bertahan pada suatu pekerjaan walaupun kecil-kecilan. Elsa jauh lebih nelangsa dan sepertinya tidak berusaha memberikan hal yang terbaik, bahkan demi anaknya. Wah, payah...

8 FOIS DEBOUT: 2,5/5
GAMBAR: 3/5
CERITA: 2,5/5
ACTING: 2,5/5


lundi 1 mars 2010

MISC: César Awards 2010

Inilah daftar pemenang César Award 2010 (dalam cetak tebal/bold). Berguna untuk rujukan kalo mau nonton film bioscoop :p


Best Film

  • A ProphetJacques Audiard
    • A l’Origine – Xavier Giannoli
    • Le Concert – Radu Mihăileanu
    • Les Herbes folles – Alain Resnais
    • La journée de la jupe – Jean-Paul Lilienfeld
    • Rapt – Lucas Belvaux
    • Welcome – Philippe Lioret

Best Director

  • Jacques AudiardA Prophet
    • Lucas Belvaux – Rapt
    • Xavier Giannoli – A l’Origine
    • Philippe Lioret – Welcome
    • Radu Mihăileanu – Le Concert

Best Actor – Leading Role

  • Tahar RahimA Prophet
    • Yvan Attal – Rapt
    • François Cluzet – A l’Origine
    • François Cluzet – Le Dernier pour la Route
    • Vincent Lindon – Welcome

Best Actress – Leading Role

  • Isabelle AdjaniLa journée de la jupe
    • Dominique Blanc – L’Autre
    • Sandrine Kiberlain – Mademoiselle Chambon
    • Kristin Scott Thomas – Partir
    • Audrey Tautou – Coco avant Chanel